www.lingpres.id

Apakah Anda masih sempat bermain? Apa makna “bermain” untuk Anda?

HAYATUSH SHAHABAH – Imam Baihaqi mengeluarkan hadist dari Aisyah rha., katanya: Ketika Nabi saw. di-isra’ Mi’rajkan (Perjalanan malam) menuju Masjidil Aqsha, pagi-paginya orang-orang ramai menceritakan, dan banyak orang yang mengingkari cerita itu, lalu mereka menemui Abu Bakar ra. dan berkata, “Apa engkau mengetahui, sesungguhnya sahabatmu telah mengatakan bahwasanya dia telah berjalan tadi malam ke Baitul Maqdis?”

Lalu Abu Bakar ra. berkata, “Apakah benar perkataanmu itu?”

Mereka menjawab, “Benar.”

Abu Bakar ra. berkata, “Apabila dia berkata seperti itu sungguh aku telah membenarkannya.”

Mereka berkata, “Engkau membenarkannya, bahwa dia pergi pada malam hari ke Baitul Maqdis dan kembali pada pagi harinya?”

Abu Bakar ra. berkata, “Benar, sesungguhnya aku membenarkan dia dari sesuatu yang lebih hebat dari itu. Aku membenarkan dia dalam kabar dari langit, baik pada waktu pagi atau pun sore.”

Oleh karena itu, dia dijuluki Abu Bakar ash Shidiq (yang selalu membenarkan).

Diterangkan dalam kitab Ibnu Katsir juz 3 hal. 21

Dan Abu Nuaim mengeluarkan dari Aisyah rha. dengan semisalnya. Dan di dalam riwayat lain diriwayatkan: Lalu banyak orang yang ingkar pada sesuatu yang mereka imani dan mereka benarkan dan mereka takjub terhadap peristiwa itu.

Abu Nuaim berkata bahwa di dalamnya terdapat Muhammad bin Katsir al Mishiishiyi, yang Imam Ahmad telah mendhaifkannya. Dan Abu Ma’in berkata bahwa dia benar. Imam Nasa’I dan selainnya berkata bahwa hadits itu tidak kuat sebagaimana keterangan dalam kitab Muntakhab juz 4 hal. 353.

Ibnu Abi Khatim meriwayatkan dari haditsnya Anas ra. tentang kisah Isra’ Mi’rajnya Nabi saw. dengan sangat panjang dan didalamnya menyebutkan: Ketika kamu musyrikin mendengar kabar itu, mereka langsung mendatangi Abu Bakar ash Shidiq ra. dan berkata, “Wahai Abu Bakar, apakah kamu mengetahui, bahwasanya sahabatmu mengabarkan, sesungguhnya dia melakukan perjalanan yang seharusnya ditempuh satu bulan perjalanan tetapi dia menempuhnya hanya satu malam.”

Kemudian Abu Bakar ra. menjawab seperti yang sudah disebutkan di atas.

Sebagaimana diterangkan dalam Kitab Ibnu Katsir juz 3 hal. 7

Dikutip dari Kitab Hayatush Shahabah Terjemahan Jilid 3 hal. 91, Penerbit Pustaka Ramadhan.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai